Kamis, 26 Juli 2007

TARI TOPENG CIREBON

Tari Topeng Cirebon, adalah salah satu tari/cerita tradisional yang masih hidup di kota Cirebon dan sekitarnya.



Secara garis besar tari Topeng Cirebon ini terdiri atas :
1. Tari yang bersifat raksasa ( Danawa )
2. Tari yang bersifat krodan ( gagah ) misalnya : Rahwana, Kangsa
3. Tari Tumenggungan
4. Tari Panji

Dari keempat tari topeng ini dapat dikembangkan secara tradisi, yang memiliki khas sendiri seperti :
1. Tari Panji
2. Tari Samba
3. Tari Tumenggung
4. Tari Rumyang
5. Tari Kelana / Rahwana
6. Tari Jingga Anom
7. Tari Pentul
8. Tari Tembem

Akan tetapi yang sampai saat ini dikenal adalah Tari Panji, Tari Samba, Tari Tumenggung, Tari Rumyang dan Tari Kelana / Rahwana.

Tari Topeng ini sesungguhnya secara filsafat menggambarkan perwatakan kehidupan manusia.


  1. Tari Panji : menggambarkan manusia yang suci layaknya seorang prabu, pemimpin yang arif, adil dan bijaksana dan selalu mengerjakan perbuatan yang baik.
  2. Tari Samba : menggambarkan gemerlapnya keduniawian, harta benda, wanita, bermewah - mewah, glamour. Oleh karena itu tarian ini kelihatan lincah dan kaya akan gerak dan irama.
  3. Tari Tumenggung : adalah gambaran dari sikap kehidupan prajurit dan kepahlawanan yang gagah berani. penuh dedikasi, loyalitas dan tanggung jawab yang tinggi.
  4. Tari Kelana / Rahwana : menggambarkan angkara murka, watak manusia yang serakah dan menghalalkan segala cara demi mewujudkan ambisi pribadinya. Namun dia juga adalah pemimpin yang kaya raya, memiliki keduniawian yang tangguh.
Melihat tradisi seni tari topeng, pengamatan kita tidak bisa lepas dengan perlengkapan yang dipakai seperti tersebut di bawah ini :

  1. Kedok / Topeng yang terbuat dari kayu dan cara memakainya dengan menggigit bantalan karet pada bagian dalam nya.
  2. Sobra sebagai penutup kepala yang dilengkapi dengan jamangan dan dua buah sumping.
  3. Baju yang berlengan.
  4. Dasi yang di lengkapi dengan peniti ukon (mata uang jaman dulu )
  5. Mongkron yang terbuat dari batik lokoan.
  6. Ikat pinggang stagen yang dilengkapi badong.
  7. Celana sebatas bawah lutut.
  8. Sampur / selendang
  9. Gelang tangan
  10. Keris
  11. Kaos kaki putih sampai lutut
  12. Kain batik
  13. Kadang - kadang dilengkapi dengan boro (epek)
Selain kelengkapan busana tersebut di atas kadang - kadang untuk Tari Topeng Tumenggung menggunakan tambahan berupa tutup kepala kain ikat dan di lengkapi dengan peci dan kaca mata.

Iringan gamelan biasanya berlaras slendro atau prawa yang terdiri dari :

  1. Satu pangkon bonang
  2. Satu pangkon saron
  3. Satu pangkon titil
  4. Satu pangkon kenong
  5. Satu pangkon jengglong
  6. Satu pangkon ketuk
  7. Satu pangkon klenang
  8. Dua buah kemanak
  9. Tiga buah gong (kiwul, sabet dan telon)
  10. Seperangkat kecrek
  11. Seperangkat kendang yang terdiri dari : kempyang, gendung, ketiping. Semuanya dimainkan dengan alat pemukul, kecuali untuk Tari Topeng Tumenngung kendang dimainkan secara biasa yaitu di tepak/dipukul dengan tangan.
Lagu - lagu yang mengiringi adalah :
  • Kembangsungsang untuk Topeng Panji
  • Kembangkapas untuk Topeng Pemindo
  • Rumyang untuk Topeng Rumyang
  • Tumenggung untuk Topeng Tumenggung
  • Barlen untuk Topeng Jinggaanom
  • Gonjing untuk Topeng Kelana
Juga dilengkapi dengan lagu tratagan dan lagu wayang perang pada saat perang antara Tumenggung dan Jinggaanom.

Ada baiknya untuk menambah pengetahuan kita bersama untuk mengetahui macam - macam bentuk sobra :
  • Sobra sulu selembar
  • Sobra jeruk sejajar
  • Sobra Gedang searip
  • Sobra Merang segedeng
Dengan mengetahui perjalanan seni tari tradisional di Cirebon khususnya jelaslah kita dituntut untuk berupaya agar seni ini tidak habis dimakan jaman dan ditinggalkan oleh generasi yang akan datang.

Sumber :
- Hasil Lokakarya "Menyingkap Tari Cirebon" - Keraton Kasepuhan, 19 Desember 1996
- Penulis : E. Yusuf Dendrabrata (Alm)




Tidak ada komentar: